Khalid Bingung Walid

 

RESENSI BUKU

(LITERASI)

 

 



 

FATHIANNA RATU NISSA

XI IPS 1

 

 

 

Identitas Buku:



Judul Buku    : Khalid Bingung Walid

Penulis           : A.R Shohibul Ulum

Penerbit         : Anak Hebat Indonesia

Tahun Terbit  : 2022

Tebal Buku    : 432 Halaman

Harga Buku   : Rp. 89.500,00

 

 

Sinopsis/Isi Buku:

Sosok panglima Quraisy yang dahulu berhasil memukul mundur kaum muslimin di Gunung Uhud adalah Khalid bin Walid bin al-Mughirah. Khalid mempunyai cita-cita menjadi pahlawan Quraisy, karena itulah sejak kecil Khalid berlatih seni bela diri dan belajar mengenai peperangan. Setelah memeluk agama islam, Khalid menjadi panglima perang kaum muslimin yang sangat masyhur dan begitu dikenal di dunia sebagai Syaifullah atau pedang Allah. Demi mengharumkan nama Islam di tanah Arab, ketika di bawah kepemimpinan Nabi Muhammad dan Khalifah Abu Bakar, Khalid bin Walid memimpin pasukan Islam dalam penaklukan wilayah Syam dan Persiapkan. Bahkan, di akhir masa jabatannya Khalid juga memimpin pasukan Islam untuk berperang melawan Kekaisaran Byzantium. Tak ada satupun perang yang dipimpinnya mengalami kekalahan.

Tetapi kabar buruk terjadi pada Khalid, yaitu ketika pasukan Islam mengepung Damaskus, dan saat Abu Bakar wafat, lalu dengan segera Umar Bin Khattab menurunkan perintah untuk pencopot Khalid dari posisi panglima pasukan dan kemudian digantikan dengan Abu Ubaidah. Karena Khalid memiliki sikap buruk pada kemaslahatan tauhid yaitu menunaikan hak Allah di muka bumi yang merupakan tujuan utama manusia dan jin diciptakan serta sikap borosnya yang akhirnya membuat Khalid di berhentikan dari dunia tentara. Tetapi sampai pada akhir hayatnya pun, Khalid telah mempersembahkan hidupnya untuk membela risalah Muhammad. Akhirnya, Sang Pedang Allah pun meninggal dunia pada 21 H (642 M), di usia 58 tahun. Khalid bin Walid pun dimakamkan di Hims, Syam.

“Aku adalah anak dari para bangsawan.

Pedangku tajam dan mengerikan.

Pedang ini adalah benda paling perkasa,

Ketika perang mendidih dengan ganas”

(Syair yang diucapkan oleh Khalid bin Walid ketika selesai berduel)

 

Kelebihan Buku:

Pada buku Khalid bin Walid ini secara lengkap mangungkap kisah heroik Sang Pedang Allah yang tak terkalahkan. A.R Shohibul Ulum mendeskripsikan serta menceritakan kisah hidup Sang Pedang Allah yang dimuat olehnya dengan lengkap dan sangat terstruktur dimulai pada awal kisah ayahnya yang dinikahkan oleh ibunya yang merupakan anak dari Abu Uzaihir, salah satu dedengkot Quraisy, sampai pada peristiwa langit Madinah berduka yaitu kematian Khalid bin Walid. Kemudian pada bagian akhir halaman buku, A.R Shohibul Ulum memberikan endnote (pengelola referensi dari artikel yang membantu penulis saat menulis buku) yang membuat para pembaca tidak perlu khawatir lagi apakah buku ini merupakan cerita rekayasa belaka atau kisah asli, endnote ini membantu pembaca mempercayai bahwa buku ini merupakan kisah asli karena cerita dalam buku ini diambil dari banyak referensi yang telah dikumpulkan oleh penulis. Buku ini dapat memberi tahu kita tentang perjalanan hidup Khalid bin Walid Sang pedang Allah, serta memiliki nilai hidup yang dapat kita teladani yaitu kita harus memiliki pemikiran yang luas, ikhlas, tidak gila jabatan, jadilah orang yang pemberani dan memiliki visi untuk tujuan hidup sendiri.

 

 

Kekurangan Buku:

Buku Khalid bin Walid yang ditulis oleh A.R Shohibul Ulum ini memiliki banyak sekali halaman serta tidak adanya ilustrasi gambar dalam kisah Khalid bin Walid ini yang membuat pembaca malas dan jenuh ketika membacanya. Serta pemilihan gambar cover yang kurang menarik karena banyak bagian yang terlihat kosong dan hanya berisi judul dan gambar pedang saja, tidak ada tambahan ornamen yang membuat cover buku ini terlihat menarik.

 

Kesimpulan:

Buku ini cocok dibaca untuk mengisi waktu luang. Melalui buku ini, kita dapat mengetahui kisah Khalid bin Walid yang akhirnya dijuluki Sang Pedang Allah serta dapat mengambil hal-hal baik yang dapat diteladani dari Sang Pedang Allah. Penulis menyampaikan cerita ini dengan sangat lengkap dan tersusun rapih serta bisa merangkum peristiwa yang dialami oleh tokoh dengan sangat baik sehingga ia rangkum menjadi suatu buku ini. Pesan yang dapat diambil dari kisah Khalid bin Walid ini, yaitu jadilah orang baik, yang menebar kebaikan, bukan baik karna ada kepentingan, jadikan jabatan sebagai jalan menebar kebaikan, dan menegakkan hukum Allah, menolong agama Allah. Teruslah berbuat baik dan menebar kebaikan Islam meski harus kehilangan jabatan, itu lebih baik dari pada menjadi penjilat demi sebuah jabatan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

RESENSI BUKU BIOGRAFI IBNU SINA

Aku bukannya menyerah hanya sedang lelah

RESENSI Biografi Gus Dur K.H. Abdurrahman